perjalanan dari dusun gerabah menjadi sentra seni kerajinan keramik yang mendunia
Desa Kasongan adalah wilayah yang mayoritas penduduknya membuat seni
kerajinan keramik. Pada era globalisasi distribusi pemasarannya sampai
ke mancanegara. Tentu, banyak faktor telah berpengaruh pada
keberlangsungan serta perubahan, baik dalam pembuatan seni kerajinan
keramik maupun sisi sosio-kultur yang melingkupinya. Peran serta
perajin dalam menanggapi era globalisasi serta langkah-langkah yang
ditempuh oleh sanggar-sanggar seni kerajinan keramik Kasongan dalam
menghasilkan produk yang berkualitas ekspor, telah mampu memberi spirit
kemajuan desa Kasongan. Kreativitas para perajin dan pihak terkait
lainnya adalah upaya menjawab berbagai dinamika perubahan pada era
globalisasi.
Pokok permasalahan kajian dalam disertasi ini dapat dikupas melalui
pendekatan multidisiplin dengan menekankan pada aspek budaya,
perubahan, globalisasi, dan pariwisata. Pendekatan tersebut dapat
memanfaatkan beberapa metode pengumpulan data, diantaranya menggunakan
metode penelitian sejarah dan etnografi. Teknik peran-serta (Participant observation)
diterapkan untuk menangkap segala bentuk kehidupan masyarakat Desa
Kasongan yang hidup dalam lingkungan spesifik dan alamiah. Oleh sebab
itu, peneliti berusaha menangkap sepenuhnya fenomena tersebut
berdasarkan perspektif perajin yang diteliti.
Disamping perajin yang diteliti, pada aspek kesejarahan Desa Kasongan ternyata terdapat latar belakang artefak kreweng
dari situs Gunung Wingko serta adanya nilai-nilai perjuangan prajurit
Pangeran Diponegoro yaitu Kyai Song yang menjadi cikal-bakal penduduk
Kasongan. Di wilayah desa Kasongan pula, ada juga beberapa tokoh
kreatif sebagai pemicu yang memiliki andil besar dalam perubahan. Pada
awalnya, hasil produk yang dikenal adalah gerabah sebagai
kebutuhan rumah tangga yang sederhana, yakni berupa perlengkapan dapur.
Perlahan-lahan produk tersebut mengalami perubahan. Acuannya tetap pada
produk masa lampau yang mengalami interpretasi dan inovasi baru sesuai
kebutuhan estetis maupun pasar. Khusus produk cenderamata untuk
wisatawan kemudian berkembang menjadi bisnis seni kerajinan berskala
regional, nasional, dan internasional. Pembuatan seni kerajinan keramik
pun selalu mengikuti trend design yang berkembang di pasar
yang dituju. Keterbukaan masyarakat Desa Kasongan dapat menyesuaikan
dengan pola-pola pelayanan dan aturan perdagangan internasional di era
globalisasi.
Penelitian ini dapat memberikan gambaran perkembangan seni kerajinan
keramik Kasongan, baik dari sisi latar belakang maupun pola pembuatan
dan pola pemasarannya. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan
oleh pihak-pihak terkait, baik swasta maupun pemerintah, terutama
sebagai contoh pola pengembangan sentra industri seni kerajinan keramik
di wilayah lain. Setidaknya, sebagai contoh salah satu produk budaya
dan kegiatan ekonomi kerakyatan yang produktif.